Sabtu, 30 November 2013

kontrol

Kompasiana sebagai tempat berkumpulnya banyak orang di dunia maya yg punya latar belakang berbeda- beda, tentu saja mengakibatkan beragam jg cara pemikiran anggotanya. Khususnya jika sudah menyangkut sebuah opini tentang topik tertentu yg bisa menyebabkan perdebatan.
Perdebatan sehat baik oleh akun terverifikasi ataupun yg non terverifikasi bisa menjadi sumber menambah pengetahuan yg menarik dan enak ditonton. Pembacapun akan dng senang hati mengikuti adu argument saling bantah dalam mengajukan opini tsb.
Hanya saja ada orang2 tertentu yg memang sengaja membuat akun disini tapi punya tujuan lain. Bukan berbagi pengetahuan yg mencerdaskan, tapi untuk mencela keberadaan orang lain dan parahnya lagi jika sudah menyangkut tentang SARA. Penghinaan pada suatu golongan atau agama akan dilakukan dengan bahasa yg tidak pantas ada di rumah sehat ini. Tujuannya sudah jelas tidak suka melihat kerukunan antar umat beragama dan ingin mengadu domba antar mereka. Berlagak mengaku penganut agama atau paham tertentu dan menyerang agama lain, dijadikan sebagai motif melancarkan aksi provokasinya.
Jika kita terpancing dengan cara yg mereka gunakan lalu melakukan hal sama membalas hinaan dan cacian dengan bahasa yg tidak ada bedanya, maka akan tertawalah mereka karena misinya sudah tercapai dan kita terjebak dalam permainannya. Akibatnya hanya kerugian yg akan kita dapatkan, jika ada yg tidak suka dengan kita, maka dilaporkan ke admin dan akhirnya akun kita akan tewas karena kebijaksanaan admin. Ini saya belajar dari pengalaman sendiri karena pernah terkena suspended. Selanjutnya saat ini akunpun saya verifikasi hanya sebagi pengingat saja dan  kontrol diri agar tidak kebablasen dalam menanggapi ulah mereka.
Bagi mereka pembannedan akun tidak akan menjadi masalah, karena selain memang akunnya tidak terverifikasi juga punya semboyan pantang menyerah ( atau tidak punya malu ??), seperti yg tertuang didalam komentarnya yg sempat saya kutipkan disini,


29 November 2013 10:42:29

abdu,…dijawab aja…emang kalo di raport merah masuk neraka? tinggal bikin account baru..beres!
———————————————–
Nah..jadi apa untungnya kita melayani debat panas saling melecehkan atau menghina yg hanya mengakibatkan kita rugi jika kita membalas dengan model yg sama. Jika kita terbawa pancingannya lalu emosi apakah kita lalu akan membanting smartphone atau labtop ..?? Apalagi jika akun kita sudah terverifikasi..?? Bagi mereka pembannedan akun bukan masalah, tapi jika akun kita sdh terverifikasi sayang juga kan.
Untuk itu tanggapi saja ulah mereka dengan senyum dan anggap saja sebagai dagelan. Saya yakin kok orang2 semacam itu cuma bermulut besar di dunia maya saja. Nah..kalau di dunia nyata memang masih melakukan hal sama dihadapan kita, itu baru wajib hukumnya paling tidak kita bikin giginya rontok dan sisain 2 saja dan tarok di jendela…Mareeee..kita rayakan keberadaan mereka cukup dengan senyum saja…hehehehe..

0 komentar:

Posting Komentar