Berita
Politik
Humaniora
Ekonomi
Hiburan
Olahraga
Lifestyle
Wisata
Kesehatan
Tekno
Media
Muda
Green
Jakarta
Fiksiana
Artikel
Politik
Prabowo
OPINI | 24 October 2014 | 15:54
Kehadiran mantan Danjen Kopassus Letjen TNI AD (Purn) Prabowo Subianto
di upacara serah terima jabatan Danjen Kopassus dari Mayjen Agus Sutomo
kepada Mayjen Doni Monardo, yang dilangsungkan di Mako Kopassus,
Cijantung, Jakarta Timur, Jumat (24/10, memang punya pesona tersendiri.
Sebagai mantan Danjen Kopassus, Prabowo telah mengukir sejarah dan
prestasi tersendiri saat capres yang diusung kubu Koalisi Merah Putih
(KMP) di Pilpres 2014 memimpin pasukan elit ini.
Sebut saja saat
keberhasilannya memimpin operasi pembebasan sandera peneliti Ekspedisi
Lorentz di desa Mapanduma kabupaten Jayawijaya, Irian Jaya, yang
dilakukan oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) di bawah pimpinan Kelly
Kwalik dan Daniel Yudas Koyoga, tahun 1996.
Atas pencapaian prestasi inipun disandingkan dengan drama kisah gemilang keberhasilan satuan pasukan elit Israel menangani aksi teror yang dilakukan oleh kolompok teroris dengan sasaran para atlet dan diplomat Israel dalam Olimpiade Munich – Jerman, September 1972, yang dikenal dengan peristiwa ‘Black September’.
Atas pencapaian prestasi inipun disandingkan dengan drama kisah gemilang keberhasilan satuan pasukan elit Israel menangani aksi teror yang dilakukan oleh kolompok teroris dengan sasaran para atlet dan diplomat Israel dalam Olimpiade Munich – Jerman, September 1972, yang dikenal dengan peristiwa ‘Black September’.
Atas pencapaian prestasinya ini Kopassus di bawah komando Danjen Prabowo
mendapat pujian dan disandingkan sebagai pasukan elit ketiga terbaik di
dunia setelah satuan pasukan elit anti teror Israel dan pasukan elit
Inggris atas keberhasilannya dalam operasi drama pembebasan sandera yang
terjadi di Kedutaan Iran di London – Inggris, April 1980, yang
dilakukan teroris asal Iran.
Begitu pula dengan kisah gemilang saat mengkomandoi satuan pasukan elit
Kopassus atas pencapaian keberhasilannya menaklukkan pucak gunung
tertinggi dunia dan menancapkan Sang Saka Merah Putih di Mount Everest,
tahun 1996. Sekaligus menjadikan peristiwa ini Asmujiono sebagai orang
pertama asal Asia Tenggara yang berhasil mendaki dan menaklukkan puncak
gunung tertinggi dunia Mount Everest.
Setidaknya
inilah di antara cacatan prestasi mendunia Letjen TNI AD (Purn) Prabowo
Subianto saat memimpin pasukan elit Kopassus – TNI AD.
0 komentar:
Posting Komentar