Minggu, 20 Januari 2013

Kotak Hitam Menulis apa yang bisa saya tulis

OBELISK = SETAN

Kalo kita mendengar kata obelisk, mungkin yang teringat adalah Obelix-nya Asterix yang memang ke mana-mana suka bawa batu menhir (atau nama lainnya obelisk). Atau kalau tidak yang terbayang malah justru pelajaran SMP dulu waktu belajar periode paleolitikum, mesolitikum dst.
Sebenarnya secara generik obelisk biasa dikaitkan dengan tugu pemujaan yang dibuat pada jaman Mesir Kuno. Obelisk sering dikaitkan dengan pemujaan Ra atau Re yaitu dewa matahari Mesir kuno. Tapi ada juga yang mengatakan bahwa Obelisk adalah simbol dari phallus (alat kejantanan) dewa Osiris. Mana yang bener... Ya, nggak ada yang bener wong dua-duanya sama-sama berhala yang menyesatkan yang dikarang-karang oleh orang Mesir kuno.
Tapi jika dilihat dari bentuk simbolisnya memang bentuk-bentuk semacam tugu seperti itu memang umumnya menjadi simbol dari alat kelamin laki-laki (kalau di Indonesia istilahnya lingga). Kalau diingat-ingat kepercayaan kuno memang terkadang terkait erat dengan simbol-simbol seksualitas seperti alat kelamin. Selain di Mesir kuno, India dan Indonesia juga memiliki kepercayaan yang hampir mirip mengenai simbol alat kelamin dan kesuburan.
Di jaman ini, secara internasional, simbologi alat kelamin sering dialamatkan pada kelompok Masonic. Merekalah yang seolah-olah menginternasionalisasikan kepercayaan pagan Mesir kuno. Salah satunya dilakukan dengan menginternasionalisasikan Obelisk.
Selain obelisk-obelisk yang tetap ada di Mesir, ternyata mereka (kelompok masonic) itu juga mengirimkan batu-batu obelisk asli dari Mesir ke seluruh dunia. Antara lain ke:Bus listrik hasil riset Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia akan diterapkan di Kota Yogyakarta. Dalam penerapannya, bus akan ditingkatkan menjadi trem menggunakan listrik dari kabel-kabel yang disediakan di jalur yang ditetapkan. "Sekarang sudah dijalin kerja sama dengan PT PLN dan pemerintah daerah untuk penerapan bus listrik di Yogyakarta," kata Menteri Riset dan Teknologi Gusti Muhammad Hatta pada acara "Kick-Off Reformasi Birokrasi (RB) 70", Kamis (3/1/2012), di Jakarta.

Kick-Off RB 70 merupakan program reformasi untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas kinerja pegawai Kementerian Riset dan Teknologi. Pada 2013, ditargetkan efisiensi dapat meningkatkan tunjangan kinerja pegawai 70 persen. Pada tahun sebelumnya, tunjangan kinerja itu hanya tercapai 45 persen.

Hatta mengatakan, selain optimalisasi hasil riset yang sudah dicapai, reformasi birokrasi juga menghindarkan duplikasi anggaran riset. Saat ini sudah ditekankan transparansi anggaran riset.

"Kalau dulu, anggaran riset mungkin hanya diterima 70 persen. Sekarang sudah tidak bisa lagi, harus 100 persen anggaran diterima," kata Hatta.

Mekatronika

Pusat Penelitian Tenaga Listrik dan Mekatronika Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pada 2012 menghasilkan prototipe bus listrik dengan kapasitas 15 orang. Bus listrik ini yang akan diterapkan di Yogyakarta dan dikembangkan menjadi trem.

"Sekarang masih dibahas untuk penyerahan hasil riset bus listrik," kata Kepala Pusat Penelitian Tenaga Listrik dan Mekatronika (Telimek) LIPI Adi Santosa.

Prototipe bus listrik dirancang untuk pengisian listrik pada baterai berkapasitas 500 ampere. Sekali pengisian penuh bisa untuk mencapai jarak tempuh 120 kilometer sampai 150 kilometer.

Kecepatan maksimum bus listrik mencapai 100 kilometer per jam. Untuk menghasilkan prototipe riset bus listrik diperlukan dana sebesar Rp 1,8 miliar.

"Sekarang sudah dibuat bus listrik untuk keperluan rapat Kepala LIPI berkapasitas delapan penumpang. Tersedia ruang presentasi dengan peralatan komputer dan fasilitas lain," kata Adi Santosa. (NAW)


http://sains.kompas.com/read/2013/01/04/06492411/Bus.Listrik.LIPI.Akan.Diubah.Jadi.Trem.di.Yogyakarta?

0 komentar:

Posting Komentar