Saat ini dan hari - hari kedepan, situasi negeri ini dahadapkan pada
situasi memanas,pertama suhu bumi meningkat akibat perubahan iklim ,
kedua situasi sosial politik, ini tak lain karena di Nusantara ini
memasuki agenda Jelang Pemilu kepala daerah, di Berbagai Provinsi dan
kabupaten Kota di Indonesia menontonkan aksi super janji, kondisi umum
seperti maraknya Poster calon kandidat menebar janji janji dari jalanan
hingga gang gang sempit didesa dan dikota menjadi hal biasa, dan
faktanya poster tadi tentu saja berdebu kotor terkena asap kendaraan
bermotor dan di goyang angin,inilah cermin cara berpolitik di negeri
ini.
Para politikus tersebut menebar super janji, janji asli dan mungkin saja janji palsu yang tak sanggup dipenuhi jika dia menjadi kepala daerah , adat istiadat berpolitik di negeri ini, identik di awal baik dan ditengah jalan hingga akhir periode kepemipinan amburadul, kadang para politikus tersebut masuk penjara atau terduga korupsi atau terduga hal hal kotor - lainnya dari usaha berbau suap, usaha korup dan tingkah poltik aneh lainhya, mungkin ini disebabkan para politikus sudah tercemar dijalan akibat posternya yang memenuhi jalan kota dan mencemari pandangan kota,jadi seolah pantas para Politikus berbuat aneh -aneh , wong Politikus memang aneh dinegeri ini,contohnya poster dirinya dipajang diseluruh jalanan kota, seharusnya foto itu cukup di KTP saja. gak perlu lha menontonkan wajah dijalanan ,,,,aneh bin ajaib.
Lihatlah saat ini di Media masa, Berbagai politikus partai yang menontonkan kesirikan, ketamakan dan permusuhan sesama, baik dari sesama partai, teman dan famili. jarang Politikus partai mengusung dan membela rakyat, sirik dan dengki menjadi tontonan berPolitik di negeri ini ,tak malu dan tak ada otak malu, sebagai contoh di Negeri India,dimana seorang mentri diduga Nonton film porno via Handphone langsung menteri tersebut mengundurkan diri karena malu, juga pejabat Pemerintahan dikorea diduga korupsi,juga mengundurkan diri,karena memiliki otak malu.negeri tak seorang peimpinpun yang mau mundur.,
Tapi tontonan dan pembelajaran politik dari para politikus negeri ini memang tak tahu malu, sirik dan dengki, dan uniknya tontonan sirik dan dengki disebar luaskan tanpa dosa plus malu dan malu maluin rakyat, hingga para politikus tersebut tidal lagi mengenal teman sejawat saat bermasalah, bahkan menjadi musuh, intinya politik sirik dan dengki adalah hal utama dalam berpolitik.
Atau bentuk saja Partai Sirik Babi (PARSIBA ) yang isinya para politikus busuk yang bervisi misi Sirik dan Dengki ala Babi, Partai ini akan mengakomodir teman tapi suatu saat menjadi musuh, partai ini yang terdiri dari orang -orang sirik dan berakal seperti babi ,partai yang siap korupsi uang rakyat bermilayaran rupiah tanpa dituntut oleh Pengadilan,partai ini siap menikam teman-teman, baik dari depan maupun dari belakang, sepertinya partai ini cucok dengan situasi kondisi perpolitikan negeri ini.
berpolitik cerdas dalam berdemokrasi ala Amerika atau ala demokrasi Asia tak akan berubah, jika niat kotor ala Parsiba terus dibudayakan dan ditontonkan, maka negeri ini selalu kacau dan terus korup, padahal cukup dengan niatan baik dan kesederhanaan berpolitk akan memakmurkan negeri ini.
atau metode demokrasi dalam berpartai politik memang tak cucok dikembangkan di Negeri ini!!! perlu solusi terbaik dalam mencari seorang Pemimpin yang baik, atau diperlukan Diktator yang baik dalam membongkar semua praktek korupsi dengan menumpas segala kejahatan berpolitik sampai keakar akarnya di negeri ini, atau Negeri ini akan terus berjibaku dengan prinsip-prinsip PARSIBA.
Para politikus tersebut menebar super janji, janji asli dan mungkin saja janji palsu yang tak sanggup dipenuhi jika dia menjadi kepala daerah , adat istiadat berpolitik di negeri ini, identik di awal baik dan ditengah jalan hingga akhir periode kepemipinan amburadul, kadang para politikus tersebut masuk penjara atau terduga korupsi atau terduga hal hal kotor - lainnya dari usaha berbau suap, usaha korup dan tingkah poltik aneh lainhya, mungkin ini disebabkan para politikus sudah tercemar dijalan akibat posternya yang memenuhi jalan kota dan mencemari pandangan kota,jadi seolah pantas para Politikus berbuat aneh -aneh , wong Politikus memang aneh dinegeri ini,contohnya poster dirinya dipajang diseluruh jalanan kota, seharusnya foto itu cukup di KTP saja. gak perlu lha menontonkan wajah dijalanan ,,,,aneh bin ajaib.
Lihatlah saat ini di Media masa, Berbagai politikus partai yang menontonkan kesirikan, ketamakan dan permusuhan sesama, baik dari sesama partai, teman dan famili. jarang Politikus partai mengusung dan membela rakyat, sirik dan dengki menjadi tontonan berPolitik di negeri ini ,tak malu dan tak ada otak malu, sebagai contoh di Negeri India,dimana seorang mentri diduga Nonton film porno via Handphone langsung menteri tersebut mengundurkan diri karena malu, juga pejabat Pemerintahan dikorea diduga korupsi,juga mengundurkan diri,karena memiliki otak malu.negeri tak seorang peimpinpun yang mau mundur.,
Tapi tontonan dan pembelajaran politik dari para politikus negeri ini memang tak tahu malu, sirik dan dengki, dan uniknya tontonan sirik dan dengki disebar luaskan tanpa dosa plus malu dan malu maluin rakyat, hingga para politikus tersebut tidal lagi mengenal teman sejawat saat bermasalah, bahkan menjadi musuh, intinya politik sirik dan dengki adalah hal utama dalam berpolitik.
Atau bentuk saja Partai Sirik Babi (PARSIBA ) yang isinya para politikus busuk yang bervisi misi Sirik dan Dengki ala Babi, Partai ini akan mengakomodir teman tapi suatu saat menjadi musuh, partai ini yang terdiri dari orang -orang sirik dan berakal seperti babi ,partai yang siap korupsi uang rakyat bermilayaran rupiah tanpa dituntut oleh Pengadilan,partai ini siap menikam teman-teman, baik dari depan maupun dari belakang, sepertinya partai ini cucok dengan situasi kondisi perpolitikan negeri ini.
berpolitik cerdas dalam berdemokrasi ala Amerika atau ala demokrasi Asia tak akan berubah, jika niat kotor ala Parsiba terus dibudayakan dan ditontonkan, maka negeri ini selalu kacau dan terus korup, padahal cukup dengan niatan baik dan kesederhanaan berpolitk akan memakmurkan negeri ini.
atau metode demokrasi dalam berpartai politik memang tak cucok dikembangkan di Negeri ini!!! perlu solusi terbaik dalam mencari seorang Pemimpin yang baik, atau diperlukan Diktator yang baik dalam membongkar semua praktek korupsi dengan menumpas segala kejahatan berpolitik sampai keakar akarnya di negeri ini, atau Negeri ini akan terus berjibaku dengan prinsip-prinsip PARSIBA.
0 komentar:
Posting Komentar