Kamis, 29 Desember 2011

TOALK ISALAMISME


Tolak Islamisme, Blogger Mesir Ajak Perempuan Lepas Jilbab
Rabu, 28 Desember 2011 20:21 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO – Blogger Mesir, Aliaa Magda Elmahdy, punya cara satir untuk mengungkapkan rasa gusarnya terhadap meningkatnya popularitas kelompok Islam di negara-negara Arab.

Melalui akun Twitter miliknya, gadis ini memprotes Islamisme dan mendesak para perempuan untuk mengirim foto tanpa jilbab.

Ajakan Aliaa kontan memicu kontroversi di dunia Arab. Ia bahkan mendapatkan ancaman dari masyarakat negara-negara Arab berkat ajakannya itu. “Perempuan mari melepas jilbab. Saya akan mengunggah foto kalian jika anda setuju,” tulis Aliaa dalam blognya seperti dikutip ibtimes, Rabu (28/12).

Blogger berusia 20 tahun ini, bersama pacarnya sesama blogger, Kareem Amer, menerima gugatan akibat hasutannya itu. Mereka berdua dituduh memprovokasi dan menghina Islam.

Meski diprotes, tak sedikit yang mendukung ajakan Aliaa. Aktivis HAM Maryam Namazie, misalnya. Ia mendukung Aliaa dengan berinisiatif membuat kampanye menolak Islamisme serta mendukung kebebasan berekspresi dan jaminan terhadap hak-hak perempuan. Maryam juga didukung sejumlah pihak seperti blogger Greta Christina, filsuf Daniel Salvatore Schiffer, Kolumnis Joan Smith dan komedian Shabana Rehman.

Aliaa yang juga mengunggah foto telanjangnya dalam blognya itu mendapat dukungan dari blogger Lusia Samora Batista. Dalam blognya, Aliaa mencela "ketidakadilan" atas dasar jenis kelamin, warna kulit, agama, kebangsaan atau alasan lainnya.



Redaktur: Chairul Akhmad
Reporter: Agung Sasongko
Salah seorang blogger asal Suriah kembali dibungkam pemerintah, karena menyuarakan kebebasan dalam berpendapat. Hussein Ghrer, akitivis pembela hak-hak kebenaran diduga diculik oleh rezim penguasa.

"Setelah hari ini, kami tidak layak membisu. Kami tidak menginginkan negara yang memenjarakan orang hanya karena kata-kata. Kami ingin sebuah negara yang merangkul dan menyambut kata-kata." Ini adalah kalimat terakhir yang diungkapkan seorang blogger Syria, Hussein Ghrer, dalam blognya.

Hussein, 30 tahun, berkantor pusat di Syria, Damaskus, menghilang ketika meninggalkan rumahnya pada 24 Oktober lalu. Hussein yang telah menikah dan dikaruniai dua orang anak ini pernah berpartisipasi dalam beberapa pergerakan untuk solidaritas terhadap Palestina pada masa invasi Gaza.

 Pada tahun 2006, dia menulis tentang perang melawan Lebanon dalam blognya. Laki-laki ini terkenal melalui karyanya dalam "Syrian bloggers for the occupied Gholan". Sampai sekarang tidak ada kabar yang menerangkan keberadaan dan kondisinya. Demikian dilansir dari Readwriteweb, Senin (7/11/2011).

Menurut NowLebanon, blogger ini sempat mengirimkan pesan ke dalam blognya, pada bulan Juli, "Catatan buat intel dan petugas keamanan : Jika Anda tidak suka perkataan saya dan ingin menahan saya, kirimkan kabar. Saya akan kirimkan alamat lengkap sehingga kita bisa menyelesaikan ini menurut cara Anda."

Rezim pemerintah Arab telah mengambil tindakan keras berkaitan dengan pergerakan revolusi Timur Tengah yang terjadi di Suria sejak Januari lalu. Perkiraan menunjukkan sekitar 2.500 sampai 3.500 orang telah terbunuh oleh pasukan pemerintah dan sekutunya.
(tyo)

0 komentar:

Posting Komentar