bografi
yang akan dibahas adalah Eka Tjipta Widjaya. Beliau memiliki nama asli
Oei Ek Tihong, lahir di Coan Ciu, Fujian, Republik Rakyat Cina pada
tanggal 3 Oktober 1932. Pada tahun 1931, ia melakukan migrasi ke
Makasar, Sulawesi Selatan dan menjadi warga negara Indonesia.
Banyak
prestasi yang beliau hasilkan. Beliau adalah konglomerat terkaya di
Indonesia tahun ini. Berdasarkan sumber dari Majalah Globe Asia 2011,
harga komoditas melejit menambah pundi-pundi kekayaan Eka Tjipta
menjadi USS 12 miliar, meningkat tiga kali lipat dibanding tahun lalu
sekitar USS 4 miliar. Eka Tjipta Foundation telah menerima penghargaan
dari Indonesia Museum of Records (MURI) karena memberikan beasiswa
terbanyak untuk sarjana. Beliau menjadi Honorary Lifetime leader (Ketua
kehormatan) oleh Yayasan Prasetya Mulya karena berperan serta
mendirikan dan mengembangkan yayasan tersebut. Beliau memiliki hampir
200 buah perusahaan dengan 70 ribu karyawan. Beberapa penghargaan pun
pernah ia terima, yaitu: Hero of Philantropy by Forbes Asia, Satya
Lencana Pembangunan No. 048/TK/1995 dari presiden Soeharto pada tahun
1995, Direktur terbaik menurut majalah ‘Money’, Doktor Honoris Causa
dari Pittsburg University, AS, dalam bidang Bisnis, dan Penghargaan dari
Legiun Veteran RI pada tahun 1994.
Eka
Tjipta Widjaya memeliki banyak bisnis dan inovasi. Beliau mendirikan
dan memiliki Industri pabrik pulp dan kertas PT Indah Kiat , Pabrik
Tjiwi kimia, Perkebunan dan pabrik teh, Bank Internasional Indonesia,
Perkebunan dan pabrik kelapa sawit di Riau, Bank Internasional
Indonesia, Pertokoan dan bangunan (ITC Mangga Dua, ruko, apartemen Green
View di Roxy, dan Ambassador di Kuningan), Pertambangan Batu Bara,
Yayasan Eka Tjipta Foundation, Yayasan Prasetiya Mulya dan menjabat
sebagai Honorary Lifetime Leader . beliau juga meupakan Presiden
komisaris dari bank BII (Bank Internasional Indonesia).
Untuk
menjadi Eka Tjipta Widjaya tidaklah mudah. Banyak perjuangan yang harus
ia lalui untuk seperti ini. Pada tahun 1932, di usia 9 tahun, beliau
mencoba berdagang dari pintu ke pintu menjajalkan produk toko eceran.
Pada tahun 1938-1941, di usia 15 tahun dengan bermodal ijazah SD beliau
berdagang kecil-kecilan seperti biskuit dan permen.Pada tahun 1942-1945,
beliau menggeluti bisnis minyak kelapa dengan bermodalkan 4000 kaleng
minyak kelapa namun gagal. Pada tahun 1945-1949, beliau membuka usaha
grosir produk makanan dan sebagai rekanan CIAD (Corps Intendence
Angkatan Darat/TNI). Pada tahun 1957 , beliau berdagang hasil bumi dari
Surabaya ke Manado, Kopra dari Manado dan buah pala ke Makasar. Pada
tahun 1960, beliau memiliki kopi dan kebun karet di Jember, pabrik
minyak kelapa dan penggilingan pagi di Ciluas Serang. Namun perusahaan
merugi kemudian beliau membangun CV. Sinar Mas yang ekspor hasil bumi
dan tekstil.
Eka
Tjipta Widjaya merupakan orang yang pantang menyerah dan seorang
pekerja keras. Selain itu ia berani mengambil resiko untuk melakukan
sesuatu, ulet, dan berjiwa sosial. Sifat yang paling utama yang paling
penting adalah beliau dapat melihat peluang bisnis dan ulet dalam
melakukan sesuatu. Beliau juga memiliki quote “Saya belajar di pinggir
jalan”. Dimana quote ini berarti kita dapat mencari ilmu dimana saja
sekalipun di pinggir jalan. Beliau patut kita contoh dilihat dari
kesuksesan beliau yang sukses menjadi orang terkaya di Indonesia. Kita
dapat belajar dari pengalaman beliau mencapai kesuksesan itu. Tidaklah
mudah menjadi orang sukses, diperlukan modal usaha dan ketekunan untuk
mencapainya.
0 komentar:
Posting Komentar