Jumat, 04 Januari 2013

EKA CIPTA

bografi yang akan dibahas adalah Eka Tjipta Widjaya. Beliau memiliki nama asli Oei Ek Tihong, lahir di Coan Ciu, Fujian, Republik Rakyat Cina pada tanggal 3 Oktober 1932. Pada tahun 1931, ia melakukan migrasi ke Makasar, Sulawesi Selatan dan menjadi warga negara Indonesia.
Banyak prestasi yang beliau hasilkan. Beliau adalah konglomerat terkaya di Indonesia tahun ini. Berdasarkan sumber dari Majalah Globe Asia 2011, harga komoditas melejit menambah pundi-pundi kekayaan Eka Tjipta menjadi USS 12 miliar, meningkat tiga kali lipat dibanding tahun lalu sekitar USS 4 miliar. Eka Tjipta Foundation telah menerima penghargaan dari Indonesia Museum of Records (MURI) karena memberikan beasiswa terbanyak untuk sarjana. Beliau menjadi Honorary Lifetime leader (Ketua kehormatan) oleh Yayasan Prasetya Mulya karena berperan serta mendirikan dan mengembangkan yayasan tersebut. Beliau memiliki hampir 200 buah perusahaan dengan 70 ribu karyawan. Beberapa penghargaan pun pernah ia terima, yaitu: Hero of Philantropy by Forbes Asia, Satya Lencana Pembangunan No. 048/TK/1995 dari presiden Soeharto pada tahun 1995, Direktur terbaik menurut majalah ‘Money’, Doktor Honoris Causa dari Pittsburg University, AS, dalam bidang Bisnis, dan Penghargaan dari Legiun Veteran RI pada tahun 1994.
Eka Tjipta Widjaya memeliki banyak bisnis dan inovasi. Beliau mendirikan dan memiliki Industri pabrik pulp dan kertas PT Indah Kiat , Pabrik Tjiwi kimia, Perkebunan dan pabrik teh, Bank Internasional Indonesia, Perkebunan dan pabrik kelapa sawit di Riau, Bank Internasional Indonesia, Pertokoan dan bangunan (ITC Mangga Dua, ruko, apartemen Green View di Roxy, dan Ambassador di Kuningan), Pertambangan Batu Bara, Yayasan Eka Tjipta Foundation, Yayasan Prasetiya Mulya dan menjabat sebagai Honorary Lifetime Leader . beliau juga meupakan Presiden komisaris dari bank BII (Bank Internasional Indonesia).
Untuk menjadi Eka Tjipta Widjaya tidaklah mudah. Banyak perjuangan yang harus ia lalui untuk seperti ini. Pada tahun 1932, di usia 9 tahun, beliau mencoba berdagang dari pintu ke pintu menjajalkan produk toko eceran. Pada tahun 1938-1941, di usia 15 tahun dengan bermodal ijazah SD beliau berdagang kecil-kecilan seperti biskuit dan permen.Pada tahun 1942-1945, beliau menggeluti bisnis minyak kelapa dengan bermodalkan 4000 kaleng minyak kelapa namun gagal. Pada tahun 1945-1949, beliau membuka usaha grosir produk makanan dan sebagai rekanan CIAD (Corps Intendence Angkatan Darat/TNI). Pada tahun 1957 , beliau berdagang hasil bumi dari Surabaya ke Manado, Kopra dari Manado dan buah pala ke Makasar. Pada tahun 1960, beliau memiliki kopi dan kebun karet di Jember, pabrik minyak kelapa dan penggilingan pagi di Ciluas Serang. Namun perusahaan merugi kemudian beliau membangun CV. Sinar Mas yang ekspor hasil bumi dan tekstil.
Eka Tjipta Widjaya merupakan orang yang pantang menyerah dan seorang pekerja keras. Selain itu ia berani mengambil resiko untuk melakukan sesuatu, ulet, dan berjiwa sosial. Sifat yang paling utama yang paling penting adalah beliau dapat melihat peluang bisnis dan ulet dalam melakukan sesuatu. Beliau juga memiliki quote “Saya belajar di pinggir jalan”. Dimana quote ini berarti kita dapat mencari ilmu dimana saja sekalipun di pinggir jalan. Beliau patut kita contoh dilihat dari kesuksesan beliau yang sukses menjadi orang terkaya di Indonesia. Kita dapat belajar dari pengalaman beliau mencapai kesuksesan itu. Tidaklah mudah menjadi orang sukses, diperlukan modal usaha dan ketekunan untuk mencapainya.

0 komentar:

Posting Komentar