Sabtu, 30 November 2013

kita dan kora martapura

Banyak hal yang dapat diceritakan tentang kota-kota di Indonesia. Bisa tentang keunikan, keindahan alam, sumber daya alam, budaya, tradisi, makanan khas, tempat kuliner, dan masih banyak lainnya. Kota Martapura pun demikian. Memiliki keistimewaan dan ciri khas yang melekat erat dengan Kota Martapura.
Kota Martapura hanya berjarak sekitar 45 km dari Kota Banjarmasin atau sekitar 1 jam perjalanan dari ibukota Provinsi Kalimantan Selatan. Dapat pula dicapai dengan perjalanan mobil hanya sekitar 30 menit dari Bandara Syamsudin Noor. Kota Martapura merupakan ibukota Kabupaten Banjar dan dikenal sebagai pusat pengolahan dan penjualan berlian di Kalimantan Selatan. Martapura dapat dikatakan sebagai kota yang berkilau dalam arti kata yang sesungguhnya. Penuh dengan kilauan intan, khas Kota Martapura. Dikenal pula dengan julukan “Kota Intan”.
Untuk ibu-ibu yang senang perhiasan, baik untuk dipakai maupun sekedar untuk koleksi, atau bagi bapak-bapak yang senang dengan batu-batu mulia, Martapura memang lokasi yang tepat. Martapura tempat yang tepat untuk berburu perhiasan baik kalung, gelang, cincin, giwang, anting, bros, maupun batu-batu mulia, terutama untuk perhiasan yang dihiasi dengan berlian. Kualitas perhiasan dari Martapura telah diakui di kancah dunia. Intan dan batu mulia dari Martapura sudah dikenal luas hingga di tataran dunia.
Jika kita berkunjung ke sentra penjualan intan di Kota Martapura, jangan berharap dibawa ke pusat pertokoan mewah. Sentra penjualan berlian Martapura jauh dari kesan mewah. Tidak seperti ciri khas toko-toko berlian yang terdapat di pusat-pusat perbelanjaan mewah di Jakarta.  Jika ingin berburu perhiasan di Kota Martapura, berkunjunglah ke sentra penjualan perhiasan yang lebih dikenal dengan Pasar CBS, Pasar Cahaya Bumi Selamat. Dikenal pula dengan sebutan pasar intan Martapura. Cukup unik. Pasar CBS hampir menyerupai pasar biasa, seperti pasar pada umumnya. Sangat kontras dengan nilai barang yang diperjualbelikan. Tidak ada kesan mewah selayaknya kesan yang dimunculkan oleh intan, berlian, dan permata. Pasar ini hanya berupa kumpulan kios-kios atau toko-toko. Bahkan di depan kompleks pasar terdapat beberapa pedagang kaki lima maupun pedagang asongan. Selain menjual perhiasan bertatahkan intan atau berlian, toko-toko tersebut juga umumnya menjual aneka perhiasan dari batu-batu khas Kalimantan, maupun souvenir-souvenir lainnya.

0 komentar:

Posting Komentar