2 of 3
UNSUR-UNSUR PEMIKIRAN DAN POLITIK SOSIALISME
UNSUR-UNSUR PEMIKIRAN DAN POLITIK SOSIALISME
Sosialisme, seperti gerakan-gerakan dan
gagasan liberal lainnya, hal ini mungkin karena kaum liberal tidak
dapat menyepakati seperangkat keyakinan dan doktrin tertentu. Apalagi
sosialisme telah berkembang di berbagai Negara dengan tradisi
nasionalnya sendiri dan tidak pernah ada otoritas pusat yang menentukan
garis kebijakan partai sosialis yang bersifat mengikat, namun
garis-garis besar pemikiran dan kebijakan sosialis dapat disimak dari
tulisan-tulisan ahli sosialis dan kebijakan partai sosialis. Apa yang
muncul dari pemikiran dan kebijakan itu bukanlah merupakan sesuatu
konsisten. Kekuatan dan kelemahan utama sosialisme terletak dalam
kenyataan bahwa system itu tidak memiliki doktrin yang pasti dan
berkembang karena sumber-sumber yang saling bertentangan dalam
masyarakat yang merupakan wadah perkembangan sosialisme.
Unsur-unsur pemikiran dan politik
sosialis yang rumit dan saling bertentangan dengan jelas tergambar dalam
gerakan sosialis Inggris. Unsur-unsur yang ada dalam gerakan sosialis
Inggris adalah: (1). Agama, (2) Idealisme Etis dan Estetis, (3)
Empirisme Fabian, (4) Liberalisme (Willian Ebenstein,1985:188).
1. Agama
Dalam buku The Labour Party in Perspective Attles dikemukakan bahwa… dalam pembentukan gerakan sosialis pengaruh agama merupakan yang paling kuat. Inggris pada abad 19 masih merupakan bangsa yang terdiri para pembaca kitab suci. Didalamnya ia akan menemukan bacaan yang mendorongnya untuk tampil sebagai pengkotbah doktrin keagamaan di negera ini dan adanya berbagai ajaran yang dianutnya membuktikan hal ini.
Dalam buku The Labour Party in Perspective Attles dikemukakan bahwa… dalam pembentukan gerakan sosialis pengaruh agama merupakan yang paling kuat. Inggris pada abad 19 masih merupakan bangsa yang terdiri para pembaca kitab suci. Didalamnya ia akan menemukan bacaan yang mendorongnya untuk tampil sebagai pengkotbah doktrin keagamaan di negera ini dan adanya berbagai ajaran yang dianutnya membuktikan hal ini.
Gerakan sosialis Kristen yang dipimpin
oleh dua orang biarawan yaitu frederich Maurice dan Charles Kingsley
mencapai puncak kejayaannya pada pertengahan abad 19 dan menjadi sumber
penting untuk perkembangan organisasi kelas buruh dan sosialis
kemudian. Prinsip yang menjadi pedoman bagi kaum sosialis Kristen
adalah konsep yang mendasarkan bahwa sosialisme harus dikrestenkan dan
kristianitas harus disosialisasikan.
Pada tahun 1942, Uskup Agung Centerbury,
William Temple dalam bukunya Christianity and Sosial Order
mengemukakan pemikiran yang sangat dekat dengan sosialisme. Temple
beranggapan bahwa setiap setiap system ekonomi untuk sementara atau
selamanya memerlukan memberikan pengaruh edukatif yang sangat besar dan
karena itu gereja ikut mempersoalkannya. Apakah pengaruh itu mengarah
pada perkembangan sifat kekristenan dan jika jawabannya sebagian atau
seluruhnya negatif, gereja harus berusaha sedapat mungkin menjamin
perubahan dalam system ekonomi tersebut sehingga gereja tidak menemukan
musuh akan tetapi sekutu dalam Kristen itu.
Adanya perhatian agama Kristen yang
bersifat praktis ini sangat kuat terasa selama pengaruh terakhir abad
19. Kesungguhan moral dan kejujuran merupakan ciri masa ini. Agama
mengakui kesopanan dan kepercayaan merupakan syarat penting untuk
memperoleh keselamatan. Akan tetapi tetap menekankan pentingnya
perbuatan dan penyelamatan dengan kerja. Banyak pemimpin sosialis dari
generasi yang lebih tua seperti Attlee dan Sir Staffors Cripps dididik
dalam suasana dimana agama mempunyai pengaruh yang kuat.
2. Idealisme Etis dan Estetis
Idealisme etis dan estetis juga menjadi sumber bagi sosialisme Inggris, meskipun pengaruhnya tidak dapat diukur dalam wujud jumlah suara dan kartu keanggotaan. Idialisme yang diungkapkan oleh beberapa penulis seperti John Ruskin dan William Morris bukanlah suatu program politik atau ekonomi, tetapi merupakan pemberontakan kehidupan yang kotor, membosankan dan miskin di bawah kapitalisme industri. Berkembangnya kapitalisme di Inggris mungkin menciptakan lebih banyak keburukan disbanding dengan tempat lain, karena para industriawan Inggris tidak dapat membayangkan nantinya kapitalisme akan merubah udara dan air yang jernih dan keindahan wilayah pedalaman Inggris. Mereka juga tidak memperhitungkan sebelumnya pengrusakan pemandangan kota dan desa tua oleh adanya pemukiman dan pusat pabrik.
Idealisme etis dan estetis juga menjadi sumber bagi sosialisme Inggris, meskipun pengaruhnya tidak dapat diukur dalam wujud jumlah suara dan kartu keanggotaan. Idialisme yang diungkapkan oleh beberapa penulis seperti John Ruskin dan William Morris bukanlah suatu program politik atau ekonomi, tetapi merupakan pemberontakan kehidupan yang kotor, membosankan dan miskin di bawah kapitalisme industri. Berkembangnya kapitalisme di Inggris mungkin menciptakan lebih banyak keburukan disbanding dengan tempat lain, karena para industriawan Inggris tidak dapat membayangkan nantinya kapitalisme akan merubah udara dan air yang jernih dan keindahan wilayah pedalaman Inggris. Mereka juga tidak memperhitungkan sebelumnya pengrusakan pemandangan kota dan desa tua oleh adanya pemukiman dan pusat pabrik.
Marx melakukan pendekatan terhadap
kapitalisme industri dalam kerangka hukum kosmis seperti perkembangan
sejarah dunia menurut hukum-hukum sosial yang tidak dapat dielakkan,
filsafat materialisme, maka Morris lebih bertumpu pada kenyataan. Di
sekitarnya ia melihat barang dan perlengkapan rumah tangga yang jelek
serta kehidupan manusia yang menampakkan keceriaan dan keindahan dalam
kehidupannya. Pusat perhatian Morris adalah manusia bukan system. Ia
merasakan bahwa seni harus dikembalikan dalam kehidupan sehari-hari dan
dorongan yang kreatif pada setiap orang harus diberi jalan
penyalurannya dalam kehidupan dan pekerjaan sehari-hari.
Pengaruh Ruskin dan Morris lebih banyak
mengandung segi negatif dibanding positifnya. Mereka menunjukkan apa
yang secara fisik dan moral salah menyangkut peradaban yang dibangun di
atas perselisihan dan kemelaratan, tetapi tidak merumuskan program
tertentu untuk memperbaiki kondisi yang dikritiknya. Meskipun demikian
pemberontakan estetika dan etika ini membawa pengaruh yang penting dalam
mempersiapkan suatu lingkungan intelektual dimana nantinya sosialisme
mendapatkan tanggapan yang simpatik.
3. Empirisme Febian.
Empirisme Febian mungkin merupakan ciri khas gerakan Inggris. Masyarakat Febian didirikan pada tahun 1884, mengambil nama seorang jenderal Romawi yaitu Quintus Febians Maximus Constator, Si “pengulur waktu”atau “Penunda”. Motto awal dari masyarakat tersebut ialah “engkau harus menunggu saat yang tepat, kalau saat yang tepat itu tiba engkau harus melakukan serangan yang dasyat, sebab jika tidak, penundaan yang engkau lakukan itu sia-sia dan tidak akan membawa hasil“.
Empirisme Febian mungkin merupakan ciri khas gerakan Inggris. Masyarakat Febian didirikan pada tahun 1884, mengambil nama seorang jenderal Romawi yaitu Quintus Febians Maximus Constator, Si “pengulur waktu”atau “Penunda”. Motto awal dari masyarakat tersebut ialah “engkau harus menunggu saat yang tepat, kalau saat yang tepat itu tiba engkau harus melakukan serangan yang dasyat, sebab jika tidak, penundaan yang engkau lakukan itu sia-sia dan tidak akan membawa hasil“.
Para pendiri dan anggota pertama
masyarakat Febian adalah George Bernard Shaw, Sidney dan Beatrice
Webb,H.G.Wells dan Grahan Wallas. Dalam penelitian sejarah tentang
landasan yang dilakukan oleh Sidney Webb, seperti dalam buku Febian
Esseye (1889), dapat ditemukan apa yang menjadi filsafat dasar
sosialisme. Webb menganggap sosialisme sebagai hasil yang tidak dapat
dielakkan dari terlaksananya demokrasi secara penuh, tetapi ia
menandaskan “ kepastian yang datang secara bertahap” sangat berbeda
dengan kepastian revolusi seperti yang dicanangkan oleh Marx.
Webb menekankan bahwa organisasi sosial
hanya dapat terbentuk secara perlahan dan perubahan-perubahan
organisasi . Perubahan tersebut akan terjadi dengan adanya empat
kondisi: pertama perubahan itu harus bersifat demokratis , kedua
perubahan itu harus secara bertahap, ketiga perubahan itu harus sesuai
dengan moral masyarakat, keempat perubahan tersebut harus melalui
prosedur dan menggunakan cara damai.
Kelompok Fabian memusatkan perhatiannya
untuk meyakinkan sekelompok kecil orang yang memenuhi dua kualifikasi :
pertama orang-orang tersebut secara permanent mempunyai pengaruh dalam
kehidupan masyarakat, sehingga kalau proses perembesan yang dibutuhkan
waktu lama itu berhasil, maka dapat dipetik manfaatnya, kedua mereka
harus bersikap dan bertindak wajar sehinga kelompok Fabian tidak
dianggap sebagai kaum ekstrimis. Orang-orang dengan kualifikasi seperti
itu dapat dijumpai dalam semua partai politik. Untuk itu kelompok
Fabian tidak hanya menggarap kaum konservatif saja, tetapi juga kaum
liberal.
Fabianisme sering digambarkan sebagai
pembaharuan tanpa kebencian, pembangunan kembali masyarakat perang
kelas, emperialisme politik tanpa dogma atau fanatisme. Meskipun
organisasinya kecil, namun masyarakat Febian membawa pengaruh yang
besar. Dalam pemilihan tahun 1945 menampilkan untuk pertama kalinya
pemerintahan Partai Buruh didasarkan pada mayoritas dalam parlemen 229
dari 394 anggota parlemen dari Partai Buruh berasal dari kelompok Febian
dan lebih dari separuh pejabat pemerintah, termasuk Attlee (Perdana
Menteri 1945-1951) juga orang-orang Febian.
4. Liberalisme
liberalisme telah menjadi sumber yang semakin penting bagi sosialisme, terutama sejak Partai Liberal merosot peranannya di banyak Negara. Di Inggris sebenarnya Partai Liberal sudah lenyap dan Partai Buruh yang menjadi pewarisnya. Dalam 40 tahun terakhir semakin banyak orang liberal yang menggabungkan diri dengan Partai Buruh. Apa alasannya ?. Pertama, lenyapnya Partai Liberal Inggris bukanlah disebabkan kegagalannya ,tetapi hasil yang telah dicapai membuat kehadiran partai ini tidak diperlukan lagi. Saat ini baik Partai Konservatif maupun Partai Buruh mempunyai komitmen yang kuat terhadap prinsip liberal yang menghormati kebebasan individu untuk beribadah, berpikir, berbicara dan berkumpul. Kedua perdagangan bebas yang merupakan cita-cita yang penting dari liberalisme Inggris abad 19 tidak muncul lagi sebagai kepentingan politik yang menggebu-gebu. Baik golongan konservatif maupun golongan Buruh mempunyai komitmen pada bentuk proteksi tarif tertentu. Orang-orang liberal sendiri juga sudah menyadari perdagangan bebas tidak penting lagi seperti dulu.
liberalisme telah menjadi sumber yang semakin penting bagi sosialisme, terutama sejak Partai Liberal merosot peranannya di banyak Negara. Di Inggris sebenarnya Partai Liberal sudah lenyap dan Partai Buruh yang menjadi pewarisnya. Dalam 40 tahun terakhir semakin banyak orang liberal yang menggabungkan diri dengan Partai Buruh. Apa alasannya ?. Pertama, lenyapnya Partai Liberal Inggris bukanlah disebabkan kegagalannya ,tetapi hasil yang telah dicapai membuat kehadiran partai ini tidak diperlukan lagi. Saat ini baik Partai Konservatif maupun Partai Buruh mempunyai komitmen yang kuat terhadap prinsip liberal yang menghormati kebebasan individu untuk beribadah, berpikir, berbicara dan berkumpul. Kedua perdagangan bebas yang merupakan cita-cita yang penting dari liberalisme Inggris abad 19 tidak muncul lagi sebagai kepentingan politik yang menggebu-gebu. Baik golongan konservatif maupun golongan Buruh mempunyai komitmen pada bentuk proteksi tarif tertentu. Orang-orang liberal sendiri juga sudah menyadari perdagangan bebas tidak penting lagi seperti dulu.
Karena masalah-masalah yang khusus sudah
tidak ada lagi, banyak orang liberal yang bergabung dengan Partai
Buruh atau memberikan suaranya untuk Partai Buruh atau menganggap
dirinya sebagai orang sosialis murni.Liberalisme biasanya menjadi
aliran kiri kaum konservatif. Di Negara yang mempunyai system dua
partai seperti Inggris, kalau orang akan bergeser dari konservatif.
Maka Partai Buruh merupakan tumpuan untuk memperjuangkan kepentingan
politiknya.
Liberalisme telah memberikan sumbangan
yang cukup besar hal-hal yang berguna bagi sosialisme Inggris. Karena
pengaruh Liberalisme para pemimpin sosialis lebih moderat dan kurang
terpaku pada doktrin serta lebih menghargai kebebasan individu.
Liberalisme telah merubah Partai Buruh menjadi sebuah partai nasional,
bukan lagi partai yang didasarkan pada kelas. Liberalisme juga telah
mewariskan kepada Partai Buruh peran kaum liberal bahwa pembaharuan
dapat dilakukan dengan tidak usah menimbulkan kepahitan dan kebencian.
SOSIALISME DI BERBAGAI NEGARA
Kemenangan bangsa-bangsa demokrasi dalam perang dunia I memberikan dorongan yang kuat bagi partumbuhan partai sosialis di seluruh dunia. Perang telah dilancarkan untuk mempertahankan cita-cita kemerdekaan dan keadaan sosial terhadap imperialisme totaliter Jerman dan Sekutu-sekutunya. Selama peperangan telah dijanjikan kepada rakyat-rakyat negara demokratis yang ikut berperang, bahwa kemenangan militer akan disusul dengan suatu penyusunan kehidupan sosial baru berdasarkan kesempatan dan persamaan yang lebih banyak.
Kemenangan bangsa-bangsa demokrasi dalam perang dunia I memberikan dorongan yang kuat bagi partumbuhan partai sosialis di seluruh dunia. Perang telah dilancarkan untuk mempertahankan cita-cita kemerdekaan dan keadaan sosial terhadap imperialisme totaliter Jerman dan Sekutu-sekutunya. Selama peperangan telah dijanjikan kepada rakyat-rakyat negara demokratis yang ikut berperang, bahwa kemenangan militer akan disusul dengan suatu penyusunan kehidupan sosial baru berdasarkan kesempatan dan persamaan yang lebih banyak.
Di Inggris dukungan terbesar terhadap
gerakan sosialisme muncul dari Partai Buruh mencerminkan
pertumbuhanuruh dan perkembangannya suatu proses terhadap susunan sosial
yang lama. Pada awal pertumbuhan hanya memperoleh suara (dukungan)
yang kecil dalam perwakilannya di parlemen. Selanjutnya menjadi partai
yang lebih bersifat nasional setelah masuknya bekas anggota partai
liberal. Banyak programnya yang berasal dari kaum sosialis,terutama
dari kelompok Febiaan berhasil memperkuat posisi partai karena dapat
memenuhi keinginan masyarakat. Kemajuan yang dapat dicapaimisalnya
dalam bidang (1) pemerataan pendapatan (2)distribusi pendapatan (3)
pendidikan (4) perumahan (Anthony Crosland, 1976: 265-268).
Di Negara-negara Eropa lainnya seperti
Perancis, Swedia, Norwegia, Denmark dan juga Australia dan Selandia Baru
partai-partai sosial berhasil memegang kekuasaan pemerintahan melalui
pemilu-pemilu bebas. Hal tersebut berarti kalau kita berbicara
sosialisme, maka kita menghubungkan dengan sosialisme demokrasi tipe
reformasi liberal. Hal ini perlu dibedakan dengan sosialisme otoriter
atau komunisme seperti yang terlihat di Soviet dan RRC.
Selama tahun 1920-an dan 1930-an, kaum
sosialis di Eropa dan Amerika melakukan serangan baru terhadap kelemahan
kapitalisme, ungkapan-ungkapan misalnya : ketimpangan ekonomi,
pengangguran kronis, kekayaan privat dan kemiskinan umum, menjadi
slogan-slogan umum. Di Eropa partai sosialis demokratis dipengaruhi
Marxisme revisionis,solidaritas kelas pekerja, dan pembentukan sosialis
yang papa akhirnya melalui cara demokratis sebagai alat untuk
memperbaiki kekurangan system kapitalis. Periode tersebut merupakan era
menggejolaknya aktivitas sosialis.
Setelah PD II terjadi perubahan besar
dalam pemikiran kaum sosialis. Pada permulaan tahun 1960 banyak diantara
partai sosialis demokrat Eropa yang melepaskan dengan hubungan
ikatan-ikatan idiology Marx. Mereka mengubah sikapnya terhadap hak milik
privat dan tujuan mereka yang semula tentang hak milik kolektif secara
total. Perhatian mereka curahkan terhadap upaya “ menyempurnakan
ramuan”pada perekonomian yang sudah menjadi ekonomi campuran. Akibatnya
disfungsi antara sosialis dan negara kesejahteraan modern (The modern
welfare state) kini dianggap orang sebagai perbedaan yang bersifat
gradual.
Menurut Milton H Spencer sosialisme
demokrasi modern merupakan suatu gerakan yang berupaya untuk memperbaiki
kesejahteraan masyarakat melalui tindakan (1) memperkenalkan adanya
hak milik privat atas alat-alat produksi (2) melaksanakan pemilikan
oleh Negara (public ounership) hanya apabila hal tersebut diperlukan
demi kepentingan masyarakat (3) mengandalkan diri secara maksimal atas
perekonomian pasar dan membantunya dengan perencanaan guna mencapai
sasaran sosial dan ekonomis yang diinginkan ( Winardi, 1986: 204).
Bagaimanakah sosialisme di Negara-negara
berkembang ?. Negara-negara miskin berhasrat untuk mencapai
pertumbuhan ekonomi yang cepat. Dari segi kepentingan dalam negeri
pertumbuhan ekonoimi yang tinggi merupakan satu-satunya cara untuk
mencapai srtandart hidup, kesehatan dan pendidikan yang lebih baik. Ada
dua cara untuk mencapai pembangunan ekonomi yang pesat: Pertama cara
yang telah digunakan oleh Negara Barat (maju), pasar bebas merupakan
alat utama untuk menunjang pertumbuhan ekonomi yang tinggi.Kedua
komunisme, dalam metode ini Negara memiliki alat-alat produksi dan
menetapkan tujuan yang menyeluruh.
Dalam menghadapi masalah modernisasi
ekonomi Negara-negara berkembang pada umumnya tidak mau meniru proses
pembangunan kapitalis Barat atau jalur pembangunan komunisme. Mereka
menetapkan sendiri cara-cara yang sesuai dengan kondisi masing-masing
Negara. Ketiga jalan ketiga disebut Sosialisme. Dalam konteks negara
terbelakang/berkembang sosialisme mengandung banyak arti pertama di
dunia yang sedang berkembang sosialisme berarti cita-cita keadilan
sosial . Kedua istilah sosialisme di Negara-negara berkembang sering
berarti persaudaraan, kemanusiaan dan perdamaian dunia yang berlandaskan
hukum. Arti Ketiga sosialisme di Negara berkembang ialah komitmen pada
perancangan ( Willan Ebenstein,1994: 248-249).
Melihat tersebut di atas arti sosialisme
pada negara berkembang dengan Negara yang lebih makmur karena
perbedaan situasi histories. Di dunia Barat sosialisme tidak diartikan
sebagai cara mengindustrialisasikan Negara yang belum maju, tetapi cara
mendistribusikan kekayaan masyarakat secara lebih merata. Sebaliknya,
sosialisme di Negara berkembang dimaksudkan untuk membangun suatu
perekonomian industri dengan tujuan menaikkan tingkat ekonomi dan
pendidikan masa rakyat , maka sosialisme di negara Barat pada umumnya
berkembang dengan sangat baik dalam kerangka pemerintahan yang mantap
(seperti di Inggris dan Skandinavia) , sedangkan di Negara berkembang
sosialisme sering berjalan dengan beban tardisi pemerintahan yang
otoriter oleh kekuatan imperialism easing atau oleh penguasa
setempat.Karena itu ada dugaan sosialisme di Negara berkembang
menunjukkan toleransi yang lebih besar terhadap praktek otoriter
dibandingkan dengan dengan yang terjadi sosialisme di Negara Barat.
Kalau Negara-negara berkembang gagal dalam usahanya mensintesakan
pemerintahan yang konstitusional dan perencanaan ekonomi , maka mereka
menganggap bahwa pemerintahan konstitusional dapat dikorbankan demi
memperjuangkan pembangunan ekonomi yang pesat melalui perencanaan dan
pemilikan industri oleh Negara.
Jika kita perhatikan dalam sejarah
bangsa Indonesia , pada awal kemerdekaan sampai tahun 1965 pernah pula
diintrodusir konsep sosialisme ala Indonesia .Apakah itu sebagai akibat
pengaruh PKI atau ada aspek-aspek tertentu yang memang sesuai dengan
kondisi di negara kita. Yang jelas sejak memasuki Orde BAru “sosialisme”
itu tidak terdengar lagi .
Adanya perbedaan pengertian mengenai
konsep sosialisme , memberikan wawasan kepada kita bahwa suatu ideology
politik yang dianut oleh suatu Negara belum tentu cocok untuk negar
lain . Melalui pemahaman ini dapat dipetik manfaatnya untuk
pengembangan pembangunan nasional demi tercapainya tujuan nasional
seperti yang terumuskan dalam UUD 1945.
0 komentar:
Posting Komentar