Sabtu, 30 November 2013

ada apa

idak hanya pisang epe, justru yang lebih menarik minat penulis adalah Es Pallu Butung dan Nasi Goreng Merah khas Makassar. Kedua masakan ini bisa didapatkan di mana saja, tetapi penulis mencobanya di daerah pantai Losari. Untuk nasi goreng merah, Seperti yang kita ketahui bahwa di Jakarta atau daerah lain pun, nasi goreng merah ini sudah eksis. Namun, ternyata memang nasi goreng merah ini lebih enak disantap di daerah aslinya. Untuk es pallu butung, rasanya hampir sama dengan es pisang ijo. Terdiri dari serpihan es, sirup, susu, pisang dan bubur sumsum, kombinasi ini mampu menyajikan rasa segar dan tidak enek. Meskipun sebenarnya penulis kurang menyukai bubur sumsum, tetapi padanan ini mampu membuat penulis suka. Harganya pun sangatlah terjangkau, hanya berada di kisaran Rp. 10,000.- hingga Rp. 20,000.- saja.
Makanan khas Makassar yang lain adalah Sup Saudara. Disajikan dengan bumbu berwarna kuning yang isinya bisa kita modifikasi sendiri sesuai keinginan. Karena penulis ini orangnya daging banget gitu ya, jadi penulis minta isinya daging saja semua haha. Meskipun hanya daging, sup ini enak dan legit. Sepertinya rasa legit ini diperoleh dari kandungan santan yang ada di dalamnya. Sup saudara juga mudah ditemukan di manapun di Makassar. Banyak di antara penjual tersebut juga buka sampai larut malam loh! Harganya juga masih berada di kisaran Rp. 20,000.- hingga Rp. 30,000.- saja.
Last but not least, jangan sampe lupa untuk nyobain IGA BAKAR di MAKASSAR! Penulis rasa ngga butuh sih diuraikan lagi betapa enaknya IGA BAKAR di sini, dan penulis merekomendasikan konro karebosi ya! It really is RECOMMENDED!
Nah bagi yang tertarik untuk mencoba keaslian cita rasa makanan Makassar, silakan berkunjung ke Makassar, Indonesia! Selamat mencoba :)
 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Kompasianer (anggota Kompasiana) yang menayangkannya.Kompasiana tidak bertanggung jawab atas validitas dan akurasi informasi yang ditulis masing-masing kompasianer.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    0
Artikel ini belum ada yang menilai.

0 komentar:

Posting Komentar